Mengantuk setelah makan, juga dikenal sebagai "postprandial somnolence," adalah fenomena umum yang dialami banyak orang. Berikut beberapa alasan ilmiahnya:
1. Peningkatan insulin: Setelah makan, tubuh melepaskan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Insulin juga memicu pelepasan serotonin dan melatonin, hormon yang mengatur tidur.
2. Peningkatan triptofan: Tryptofan, asam amino dalam makanan, diubah menjadi serotonin dan melatonin, menyebabkan rasa kantuk.
3. Peningkatan karbohidrat: Karbohidrat kompleks memicu pelepasan insulin dan serotonin, menyebabkan kantuk.
4. Perubahan suhu tubuh: Makanan dapat meningkatkan suhu tubuh, yang kemudian menurun, menyebabkan rasa kantuk.
5. Relaksasi: Makan dapat menjadi kegiatan relaksasi, membuat tubuh merasa santai.
6. Kebiasaan: Mengantuk setelah makan dapat menjadi kebiasaan yang terbentuk secara psikologis.
7. Stres: Makan dapat menjadi cara mengatasi stres, kemudian diikuti oleh rasa kantuk.
8. Kualitas makanan: Makanan berat, berminyak atau bersugar tinggi dapat menyebabkan kantuk.
9. Waktu makan: Makan siang atau makan malam yang terlambat dapat mengganggu pola tidur.
10. Kebutuhan tidur: Kurang tidur atau gangguan tidur dapat menyebabkan kantuk setelah makan.
11. Kondisi medis: Diabetes, hipoglikemia, anemia atau gangguan tiroid dapat menyebabkan kantuk setelah makan.
Cara Mengatasi:
1. Makanlah dengan porsi yang tepat.
2. Pilih makanan seimbang dan bergizi.
3. Hindari makanan berat dan berminyak.
4. Minum air yang cukup.
5. Berjalan kaki atau berolahraga ringan setelah makan.
6. Tidur yang cukup (7-8 jam).
7. Hindari kafein dan alkohol sebelum tidur.
Jika kantuk setelah makan mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.