Kopi mengandung kafein, yang memiliki sifat diuretik ringan dan dapat meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin dan feses. Kafein juga bisa menghambat penyerapan kalsium di usus, meskipun efek ini tidak terlalu signifikan jika asupan kalsium cukup.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa setiap 100 mg kafein (sekitar 1 cangkir kopi) dapat meningkatkan ekskresi kalsium sekitar 5-6 mg. Namun, ini jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan kalsium harian yang direkomendasikan (sekitar 1000 mg per hari untuk orang dewasa).
➡ Tidak secara langsung. Osteoporosis terjadi ketika kepadatan mineral tulang menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Faktor utama yang berkontribusi terhadap osteoporosis meliputi:
Jika seseorang minum kopi dalam jumlah wajar (< 3 cangkir per hari) dan tetap memenuhi kebutuhan kalsium serta vitamin D, maka kopi tidak akan menyebabkan osteoporosis.
Beberapa penelitian telah mengkaji hubungan kopi dan kepadatan tulang:
Jika kamu suka minum kopi, beberapa tips berikut bisa membantu menjaga kesehatan tulang:
✅ Pastikan cukup kalsium dari susu, yogurt, keju, atau sumber nabati seperti brokoli dan almond.
✅ Konsumsi vitamin D dari sinar matahari atau suplemen jika perlu.
✅ Batasi konsumsi kopi berlebihan (maksimal 3 cangkir per hari).
✅ Hindari merokok dan alkohol, karena keduanya lebih berbahaya bagi kesehatan tulang dibandingkan kopi.
✅ Lakukan olahraga beban seperti angkat beban, jogging, atau yoga untuk meningkatkan kepadatan tulang.
➡ Minum kopi dalam jumlah wajar tidak menyebabkan osteoporosis, terutama jika asupan kalsium dan vitamin D cukup.
➡ Konsumsi berlebihan (>4 cangkir per hari) dapat berkontribusi pada peningkatan ekskresi kalsium, tetapi efeknya masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan faktor risiko lainnya.
➡ Wanita pascamenopause perlu lebih berhati-hati, tetapi tetap bisa menikmati kopi dengan pola makan seimbang.
Jadi, kalau kamu suka kopi, jangan khawatir berlebihan. Yang penting tetap perhatikan pola makan dan gaya hidup sehat! ☕💪